PELANGI yang Membangunkanku ….

February 28th, 2007 by afraid-kurid

PELANGI yang Membangunkanku ….

Selasa itu bisa dibilang hari yang akan
menyambut masa-masa akhir bulan
Febuari. Ya tepatnya tanggal 27, yang
seperti kata orang tanggal diantara
genap dan ganjil adalah merupakan hari
yang penuh dengan pilihan… Namun tak
bisa dipungkiri juga antara ganjil dan
genap masih menyimpan tanda tanya yang
perlu ditemukan jawabannya. Dan
jawabannya ada dalam pikiran dan
kesunyian…

Terkadang pikiran dengan kesunyian itu
akan menyatukan pilihan yang sering
kali sulit ditemukan jawaban yang
selama masih dalam pertanyaan. Namun
selasa itu aku hanya berpikir dan
menyepi dalam ruangan yang sebelumnya
sudah kukenali, meski tak sering
kudatangi. Di ruangan itu aku hanya
bisa berpikir dalam gerakan bola mata
yang tertutup pejam. Kuberharap dalam
mimpi kutemukan jawaban yang seperti
biasanya kutemukan.

Di tengah antara senja dan malam sempat
ku tergugah karena sepintas cahaya
datang dalam ruangan itu. Namun tak
kuketahui cahaya apakah itu? kuberharap
cahaya itu yang membantuku menemukan
jawabannya. Tapi itu hanya cahaya
sepintas mimpi, mungkin itu hanya
pikiranku yang tak tentu.

Sekitar setengah menit jarum panjang
dalam mimpiku berjalan. Ku terserentak
seketika untuk membuka mataku, seakan
aku melihat Aya itu datang. Ah
mengeluhku di saat aku akan terjaga.
yah itu cuman asimilasi pikiran dan
mimpiku menyatu dalam ruang berbeda.

Di saat dentangann jarum menunjuk pada
setengah sepuluh malam pastinya,
tepatnya 21:26 aku benar-benar
terbangun dalam kesunyian pikiranku.
Tak begitu lama sekitar 21:48 masku pun
datang dengan membawa buah cerita yang
menemani pikiran sunyiku sambil
menonton TV dalam acara bioskopnya
trans tv. yah lumayan judulnya cukup
menggugah selera nontonku, Mortal
Kombat maksudku. begitulah adanya.

Nah tepatnya pukul 23:.. "karena waktu
itu aku tidak begitu memperhatikan
menitnya berapa, jadi agak lupa untuk
menitnya".
Aku pun beranjak dari
ruangan itu untuk mengisi perut sebut
saja makan. Nah secara kebetulan aku
melihat Pelangi diantara tengah bulan
dan bintang dengan kecerahan di malam
itu. Sepintas memang tidak mungkin,
karena ga mungkin juga Pelangi itu ada
di tengah malam hari. Tapi itu memang
benar adanya. Nah dalam pikiranku
akankah ini sebuah pertanda? pertanda
seperti ke-optimisanku waktu dulu
ketika aku melihat Pelangi saat di
puncak. Dan memang ke-optimisan dulu
bener-bener terwujud. Namun yang ada
dalam benakku waktu itu "Akankah ke-
optimisanku untuk sekarang ini akan
terwujud juga seperti waktu itu
tentunhya?

Pertanyaan dan Jawaban bagiku bukanlah
suatu pilihan yang harus aku pilih.
Untuk saat ini mungkin aku belum tahu
pertanda apa dengan datangnya Pelangi
di tengah malam hari itu???

selesai…

Makan dan Minum (bag. 1)

January 1st, 2007 by afraid-kurid

Makan dan Minum …

Tanggal 31 Desember 2006, mentari masih bertanya di saat mulai menampakkan wajahnya seperti hari sebelumnya. Namun di fajar, dia masih ragu memperlihatkan wajahnya yang kata orang, itu indah. Indah mentari tak seindah mata yang belum melihatkan cerianya hari itu. Mentari menyambut mata ini dengan sayu, menandakan hari belum begitu indah seperti biasanya. Mentari mencoba memrlihatkan tandanya untuk tahun 2006 yang penuh keraguan ataupun ketidakjelasan. Maka di akhir 2006 ini, mentari hanya bisa menampakkan wajahnya yang kurang begitu mamahami arti keraguan manusia. Bahkan untuk tugasnya seperti hari biasanya yang menyinari bumi ini, dia masih dalam keraguan, antara cerah, berawan ataukah hujan sekalipun.

Namun di tengah harinya, dia sudah sedikit mengerti arti keraguan dalam harinya. Hingga akhirnya dia memutuskan tidak hujan meski langit masih menandakan ke berawanannya. Tapi mentaripun ikut senang mengantarkan manusia untuk mengakhiri masa keraguannya. Dalam hitungan waktu, mentaripun menutup keraguan manusia dengan penuh pertanyaan. Kemanakah mereka "manusia"??? Tak ingatkah akan jasa mentari??? Aku yang sebagai salah satu manusia bukannya lupa akan jasa mentari. Namun bagiku mentari telah menemani kesepianku dalam masa sendiri yang orang sebut sunyi. Sunyi bukanlah sendiri, bukanlah kesepian yang menemani dalam kehampaan pikiran manusia. Pikiran manusia yang selalu dituntut untuk ini dan itu, meski dalam hatinya dia hanya merasakan ketiadaan.

ketiadaan bukanlah sesuatu yang menjadikannya itu tiada. ketiadaan bagi manusia adalah hanya mereka belum menemukan sesuatu yang menjadikannya mereka itu tiada. Namun bagiku ketiadaan seperti hal itu. Meski di akhir 2006, kesepian yang menjadikanku tiada, kesepian akan hal yang belum kutemukan. Kata orang-orang tahun baru adalah membuat segalanya itu baru, dalam artian adanya perubahan menuju yang lebih baik. Namun perubahan bagiku itu bukannya tidak ada, perubahan hanyalah suatu bentuk ungkapan dimana manusia akan berusaha menjalankan ke arah yang lebih baik itu, perubahan adalah kita berusaha untuk lebih mengerti, bukannya menjadikannya itu baru kembali.

Makan dan Minum, antara keharusan dan kebiasaan. Makan adalah salah bentuk ketiadaan, bagiku. Ketiadaan makan karena manusia belum menemukan arti dari makan, dalam keseharian, keharusan ataukah kebiasaan. Bagiku makan adalah keharusan, karena kita telah membawa tubuh kita untuk menemani menjalani aktivitas kesehariaan. Dalam istilas biologis, tubuh telah banyak mengeluarkan energi hanya untuk kepentingan manusia. Maka untuk membalas budinya, kita "bagiku" harus memberikannya makan karena haknya tubuh untuk mendapatkannya terutama untuk perut. Itu bagiku.

Minum ada karena adanya kehausan. Dan kehausan itu ada karena ketiadaan. Manusia merasa dirinya kehausan karena ketiadaan, yang membuat manusia bertanya-tanya karena belum menemukan sesuatu. Demi setetes air manusia merelakan tubuhnya untuk sakit. Karena air baginya sumber pertanyaan yang dapat menjawab kehausannya. Maka minumlah selagi merasa kehausan dan dahaga sebelum engkau merasa tidak kehausan lagi meski tidak minum. Karena itu akan membuat semakin hampa seperti halnya dalam kesendirian, meski kita dalam ketidak-hausan dan dahaga.

Namun makan dan minum membawaku lebih mengerti di akhir 2006. Malam Tahun Baru bukanlah pengharapan untuk tahun depan, tapi untuk mengingat kembali apa yang kulakukan selama tahun 2006. Makan dan Minum menjadikanku lebih mengerti akan hal itu. Meski aku sebelum mengenalnya, aku kehausan dalam ketidak-hausanku. dan akhirnya aku minum meski tanpa merasa kehausan. Namun setelah aku minum aku masih tetap merasa kehausan. Berbeda halnya dengan sekarang setelah aku mengenalnya, aku merasa tidak haus dalam kehausanku. Di saat aku minum, aku dapat merasakan apa yang aku minum. Hingga aku setelah minum aku merasa kehausanku telah tergantikan dari aku minum. Terlebih jikalu kita makan dan minum bersama, rasa kehausan dalam diri kita lebih kita pahami setiap kita mengenalnya…

Bersambung …

Ungkapan sang Kekasih

December 23rd, 2006 by afraid-kurid

Ungkapan sang kekasih yang berharap tangisannya mengubah menjadi senyuman … yang akan menjadikan kebahagiaan meski hanya sesaat … "Tangisan bukan berarti kesedihan yang tidak dapat menjadikan kebahagiaan"Untuk seseorang yang telah mencoba mengerti dan menjadikan satu jam saja menjadi berarti … "Janganlah Menangis hingga engkau menemukan waktu yang tepat"  

Terpaku sendu

Tak kuasa ku melihat malam
Saat terbutakan gelap pekat
Suarapun tak terlintas di telingaku
Saat terpaku menyanjung sendu

Dimanakah sekarang aku
Mengapa tak seorangpun menemukanku
Sudah lupakah mereka denganku
Hingga tak sudi menyapaku

Lama benar terperangkap masa
Sampai-sampai tak dapat ku bernafas
Ku coba menghirup aroma waktu itu
Tapi mengapa ku tak mampu selalu

Aku telah terkubur di atas kenangan
Yang tak dapat ku bawa merasa adanya
Namun takutku kehilangan ‘tuk kedua kalinya
Di saat mata pergi hingga tak menyapa

Setitik kata kucoba artikan mata itu
Untuk mengurangi rasa lemahku
Meski tak dapat mengobati perihku
Karena waktu itu telah berlalu

Memoria Waktu Itu “Matamu”

December 23rd, 2006 by afraid-kurid

Kulihat Kudengar Kurasakan Matamu

Saat kulihat matamu

Kudengar rintihan air matamu

Kurasakan peluk tatapan matamu

Tapi tak kudapati arti di matamu

Adakah Cinta di matamu

Kuketuk mata hatimu

Keluarkah mata hatimu

Untuk menyambut mataku untukmu

Dapatkah matamu melihat mataku

Teracun oleh api matamu

Dengan keangkuhan mata tajammu

Mengiris mataku penuh racunmu

Matamu bagai bayang

Yang tak kudapati di kegelapan

matamu …

waktu yang akan menyatukan pandangan kita … selama kita mengerti arti mata yang telah dianugerahkan untuk melihat, merasakan hingga pada akhirnya untuk mengerti …

ANTARA KESEMPATAN DAN PILIHAN

October 15th, 2006 by afraid-kurid
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah
pilihan, Itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walau apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu, tetapi tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,

Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat :
“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI *MEMILIH* untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna * * dengan cara yang sempurna

October 8th, 2006 by afraid-kurid

Kehadirannya

pagi tak seindah kata hari

jikalau tak ada sinar mentari

yang mampu menemani tetesan embun

di kala menyapa sang fajar kalbu

daun

kan

selalu menanti

tetesan embun di saat pagi

menandakan bahwa akan adanya hari ini

‘ntuk menemani di saat berbagi

embun tak akan mengharap kata

ungkapan terima kasih sang daun

di saat pagi tanpa menjerih pulang menyapa

hati ikhlas hanya untuk hidup

berpulang dengan membawa tangan

menengadah terbuka ikhlas selalu

tanpa mengharap untuk esok yang datang

yang membuat resah dalam menunggu

"kehadirannya" …

Depok, 8 Oktober 2006

Kurid

PUISI HARI INI

October 2nd, 2006 by afraid-kurid

Puisi Hari Ini

Malam bukanlah pagi

Terisyaratkan dari sang surya yang merebak

Menggantikan masa di kala beranjak

Menghembuskan nafas senja di antara hari

Puisi bukanlah sekedar kata-kata indah

Mengertikah dari kata-kata petunjuk risalah

Yang hanya dirasa untuk merenung

Dengan cerita yang tak mungkin tersambung

Hari ini adalah kisah

Yang tak seharusnya terjadi

Bersalamkan waktu yang melangkah

Namun hal ini hanya untuk saat ini

Teruntuk yang mengerti cerita ini

Pegang dan rasakan setiap kata

Bukan untuk langkah yang tertatih-tertatih

Saat lelah yang terus mendekam pada kata

Hari ini akan berjalam sebagaimana mestinya

Namun ungkapan ini hanya kata yang tahu

Bukan cerita yang melukiskan kisah

Yang hanya disimpan selalu …

Depok, 3 Okt 2006

Kurid

Demi Waktulah …

September 25th, 2006 by afraid-kurid

Akankah kita tahu bagaimana Waktu kita untuk saat ini ?

Waktu bukanlah putaran detikan jam yang selama ini kita lihat dalam pusaran dinding yang selalu menemani kita menjalani kehidupan ini. Atau bahkan putaran menit yang tak pernah lepas dari tangan kita. Kita di Dunia untuk saat ini hanya dapat menyapa sejauh mana waktu yang kita jalani ini berarti dalam hidup kita. Namun kata pepatah kita hidup di Dunia hanya mampir untuk minum, bahkan kalau diijinkan kita numpang mandi untuk melepaskan dahaga yang selama ini tersembunyi sepanjang perjalanan kita.

Kita selalu dihadapkan Waktu yang tak kita ketahui adanya. Mengapa kita harus berkelahi dengan Sang Waktu ? Perlukah kita memenangkan perkelahian dengan waktu kita untuk nantinya ? Apakah kita terlalu kuat untuk melawan waktu yang kita nilai dapat mengatur kehidupan ini ? Haruskah kita melawan waktu kita untuk masa yang tidak dapat kita tentukan nantinya ?

Waktu mengajak kita untuk mengerti akan waktu kita sejauh mana kita melangkah dalam perjalanan ini. Harapan dapat kita katakan sebagai proses perjalanan waktu yang tak dapat kita ketahui. Namun cukupkah kita hanya berharap dalam lamunan yang dapat kita katakan kosong tiada arti ? Manusia hanya dapat berharap selama mereka tak mau menjalani apa yang harus mereka kerjakan untuk dirinya. Untuk mengerti waktu yang kita jalani adalah hal yang terbaik dalam hidup kita, cukupkah kita diam merenungi atas apa yang ada dalam waktu ini? Ini sebuah Renungan yang harus dipecahkan oleh manusia.

Berusaha adalah kunci yang harus mereka temukan untuk mengetahui sejauh mana waktu kita berjalan. Bahkan dengan berusaha itu kita sering tidak menyadari bahwa waktu yang kita jalani selama ini hanya gambaran perjalanan yang tak tentu ujungnya. Demi waktu kita mencoba dan berusaha untuk mengerti waktu yang selama ini tertempa yang belum menampakkan hasil atas apa yang telah kita usahakan. Perjalanan sang waktu hanya dapat kita mengerti selama kita mengalaminya untuk sementara. Untuk selanjutnya kita sering melupakan atas waktu yang tak kita sadari. Demi Waktulah kita hanya dapat berusaha mengajaknya berjalan dan melangkah bersama dalam kehidupan ini, untuk mengerti …

Mengapa Dunia Ini Diciptakan???

September 25th, 2006 by afraid-kurid

Dunia adalah lukisan dari apa yang telah diciptakan oleh Tuhan. Kita hanya dapat melihat dunia dalam pandangan kasat mata manusia dan alam semesta yang terlampir. Tetapi manusia belum dapat melihat bahkan merasakan Dunia ini diciptakan. Manusia hanya dapat melihat dari adanya tanda-tanda dan petunjuk yang tersirat dari penggambaran alam semesta ini mengenai Dunia. Namun tak dapat dipungkiri, Dunia adalah gambaran tentang kehidupan yang ada dalam alam semesta, karena dunia bukanlah makhluk bahkan bentuk manusia untuk saat ini. Dunia adalah Tangan Manusia dengan segala keberadaannya yang diciptakan oleh Tuhan.

Pertanyaan manusia yang selama ini hanya dapat diperbincangkan melalui perdebatan, mengapa Dunia adalah gambaran Tangan Manusia. Kita sebagai manusia hanya dapat melihat dari sisi mana yang dianggap manusia itulah kebenaran mengenai Dunia, namun pada akhirnya kita sebagai manusia hanya dapat menyerahkan pendapat itu pada masing-masing individu yang menyatakan bahwa itulah kebenaran Dunia. Untuk saat ini, Dunia merupakan kebenaran yang diaanggap manusia itu sebagai cerminan dari tanda-tanda yang disiratkan oleh Tuhan. Namun apakah kebenaran dari kehendak Tuhan adalah seperti yang diagungkan oleh para pembicara kebenaran Dunia.

Dunia adalah sebuah Perjalanan dimana manusia diajaknya berpikir untuk mengerti yang disiratkan oleh Tuhan. Namun perjalanan suatu penggambaran pikiran manusia mengenai waktu itu tidaklah mudah. Kapan manusia itu mengerti bahkan mempercayai bahwa Dunia ini tercipta untuk seluruh alam semesta yang ada didalamnya. Akankah kita menyembunyikan tangan kita untuk menggenggam sesuatu yang diciptakan Dunia untuk tangan kita sendiri ? Cukup diamkah mulut kita untuk membicarakan kebenaran universal yang hanya untuk kehendak masing-masing individu ? Untuk saat ini, kita dihadapkan waktu bagaimana kita membawa Dunia dan Waktu kita untuk nantinya. Akankah kita melupakan sejenak waktu kita yang tak kita ketahui dalam hidup kita sementara ini ? Tak tahukah waktu kita saat ini … ??? 

Mentari, Bulan dan Manusia

September 24th, 2006 by afraid-kurid

Bila mentari terbit dari barat … berarti hari akan dimulai dan dengan sinar yang terpancar … mengingatkan kita untuk memberi salam untuk hari ini … mentari memberi sinar kepada mereka yang mau berusaha mengerti atas apa yang telah diberikan-Nya … mentari menyinari bumi karena merupakan tugas dan kewajiban sang mentari untuk memberikan arti kehidupan bagi alam semesta …

Bulan yang penuh renungan mengajak kita untuk berusaha mengerti atas apa tugas dan kewajiban kita sebagai manusia … puasa bukanlah menahan lapar dan minum bahkan hawa nafsu … namun lebih daripada itu … kita lebih dituntut untuk menahan dan menjaga hati dan jiwa sebagai akhlak yang kita bawa dalam diri kita …

Manusia dilahirkan untuk mengerti akan fungsi dan hakikatnya sebagai manusia … Manusia dilahirkan dari dua hal yang tidak dapat dipisahkan selama jiwa dan hati kita masih menyatu dalam tubuh kita … Manusia dilahirkan untuk Maaf dan Terima Kasih … selebihnya adalah ungkapan dan penjelasan dari dua hal yang telah ada dalam hati dan jiwa manusia itu sendiri … Dua hal tersebut diharapkan berjalan dengan keseimbangan yang diamanatkan untuk fungsi dan hakikatnya sebagai manusia …

Mohon Maaf Lahir dan Bathin … jika ada segala salah yang disengaja dan tak disengaja … Marhaban Yaa Ramadhan …